Motor hilang di kampus Unpam

Baru-baru ini terjadi pencurian kendaraan bermotor di lingkungan Universitas Pamulang  yang berada di kampus 2 viktor sangat meresahkan kejadian yang terjadi pada hari sabtu (31/3/2018) memakan korban 4 buah sepeda motor dalam waktu satu hari di area parkir kampus 3 buah motor Honda CBR dan satu buah motor Suzuki Satria F milik mahasiswa yang sedang belajar.Sebagai informasi Universitas Pamulang membuka perkuliahan kelas sabtu yang sangat diminati oleh orang-orang yang biasanya senin-sampai ju’mat bekerja,dari pantauan penulis yang sering beraktivitas melewati kampus UNPAM tersebut memang  banyak sekali mahasiswa kelas sabtu yang beraktivitas belajar pada hari sabtu jumlahnya sangat banyak sehingga apabila pada jam istirahat jalanan menjadi macet karena banyaknya jumlah mahasiswa di UNPAM tersebut.

Permasalahan yang terjadi bukankah pihak pengelola kampus memakai pos gate parkir yang tentunya bisa menambah keamanan pada sistem parkir tersebut.Sebenarnya ada beberapa celah yag bisa dimanfaatkan oleh pencuri motor untuk mengelabui pihak pengelola menurut asumsi saya salah satu cara yang bisa dipakai pihak pencuri yaitu masuk parkir dengan menyamar sebagai mahasiswa karena tidak ada proses pemeriksaan pada saat masuk lalu setelah masuk parkir karcis parkir yang didapat saat masuk tadi digunakan untuk keluar dengan motor curian karena tidak ada pemeriksaan Stnk pada saat keluar parkir hanya dengan menggunakan karcis parkir sang pencuri bisa keluar,lalu bagaimana dengan motor yang dibawa pelaku selama motor pelaku mempunyai surat kendaraan yang lengkap maka pelaku memanfaatkan nya dengan alasan karcis parkir hilang dengan motif ini dapat dipastikan pelaku lebih dari satu orang yang satu bertugas membawa motor curian dan yang satu lagi bertugas membawa motor yang digunakannya,tetapi ini hanya asumsi saya dan tidak dapat dijadikan sebagai bukti yang kuat,lalu bagaimana cara pencegahan motif tersebut,yang paling aman yaitu memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor saat para mahasiswa keluar,cara ini sangat efektif untuk mencegah pencurian dalam sebuah sistem parkir yang menggunakan pos gate karena verifikasi keamanan bukan hanya dari tiket parkir tetapi juga dari pemeriksaan STNK,cara seperti ini lazim digunakan oleh pengelola mall yang memakai pos gate,terdapat dua proses pemeriksaan tiket parkir dan STNK dan cara ini sangat effektif meminimalisir pencurian yang terjadi,khusus untuk kasus UNPAM ini sebenarnya cara ini pernah dilakukan pada saat saya masih menjadi mahasiswa di kampus tersebut,akan tetapi karena jumlah mahasiswa yang terlalu banyak dan keluar pada saat yang bersamaan maka proses keluar parkir menjadi sangat lama dan antrian akan memanjang,saya pernah hampir satu jam lebih mengantri hanya untuk keluar dari parkiran karena banyaknya mahasiswa yang berbarengan keluar,jalan keluarnya sebenarnya mudah bagaimana pihak pengelola parkir bersikap aktif dalam melayani proses keluarnya kendaraan,jangan hanya mengandalkan petugas parkir yang berada dalam pos saja sebaiknya ada beberapa petugas parkir yang menjemput pemeriksaan STNK pada saat pengendara sedang antri jadi pada saat pengendara sudah tiba di pos gate petugas yang berada di dalam pos tinggal memverifikasi tiket parkir tanpa perlu memverifikasi STNK karena sudah diverifikasi oleh petugas lapangan yang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *