Antara Aku Kau Dan Istrimu

Chapter 1

Tring…tiba tiba terdengar ada suara notifikasi dari aplikasi whatapps pada handphoneku,segera kubuka hp ku dan mendapatkan notifikasi bahwa aku telah bergabung dengan grup WA Alumni SLTA ku dahulu,dengan bersemangat kubuka percakapan yang telah ada di grup tersebut,ternyata banyak sambutan dari teman-teman lama yang mengenaliku dari foto profil yang ku simpan,senangnya bisa berkomunikasi lagi dengan teman-teman lamaku yang hampir 10 tahun ini tidak pernah bersua.

Antara Aku Kau Dan Istrimu

Berawal dari keisenganku membuka Facebook lama yang sudah sangat jarang kubuka,soalnya akhir akhir ini aku memang malas membuka media sosialku,karena bosan dengan berita-berita yang ada kalau tidak informasi jualan paling foto-foto anak anak alay yang entah bagaimana aku bisa berteman dengannya,ditambah lagi berita politik yang banyak masuk ke dalam Wall ku karena secara umum aku tidak begitu menyukai berita-berita politik saat ini yang menurutku lebih banyak menyebabkan debat-debat yang tidak berguna saling menghujat masing masing pihak paling merasa benar dan tidak ada cerminan bangsa ini yang katanya ramah tamah dan saling menghargai,

Ahhh…sudahlah pikirku sebaiknya kututup saja fb ini,akan tetapi tiba tiba aku mendapatkan notifikasi permintaan pertemanan dari seseorang yang namanya tak asing lagi bagiku,ya Dini Amanah adalah salah satu kawan terdekatku saat sekolah dulu,dari foto profilnya aku meyakinkan diri bahwa dia adalah dini yang kukenal,setelah aku yakin bahwa itu adalah dini yang kukenal dengan segera ku terima permintaan pertemanannya,dan tak berapa lama aku mendapatkan pesan inbox darinya biasalah saling menanyakan kabar dan saling bertukar nomor Hp.Just it….

Ternyata yang memasukan nomorku kedalam grup alumni adalah dini,begitulah seterusnya kita saling bercerita dan mengenang masa lalu yang bahagia,sampai suatu saat di tengah percakapan kami,dini mengusulkan untuk kopi darat saling bertemu untuk melepas rasa rindu yang sudah sangat lama kami tidak bertemu,dan pada akhirnya kami pun setuju untuk saling bertatap muka pada hari yang telah kami tentukan.

Chapter 2

Pagi itu aku bergegas menyelesaikan semua pekerjaan rumahku dari mengepel lantai mencuci baju dan memasak untuk kedua orangtuaku,ya… saat ini aku masih tinggal dengan kedua orangtuaku karena hanya tinggal aku yang belum menikah,kakak pertama ku sudah menikah dengan wanita pilihannya dan memutuskan untuk tinggal dikampung isrinya didaerah Jawa Timur,sedangkan adikku masih kuliah dibandung dan jarang sekali pulang kerumah karena perjalanan yang sangat jauh akhirnya dia memilih untuk kost yang dekat dengan tempat kuliahnya,Aku sendiri selepas lulus sekolah dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan sampai saat ini bekerja di sebuah perusahahan swasta di daerah Jakarta,Berhubung hari itu hari minggu dan banyak sekali pekerjaan rumah yang harus aku selesaikan sementara jam 10 pagi nanti aku sudah harus berangkat ke sebuah mall di daerah karawaci untuk bertemu kangen dengan teman-teman lamaku.

Antara Aku Kau Dan Istrimu

Teng…Teng…. jam dinding dirumahku ternyata sudah menunjukan pukul 09.00 dan aku sudah menyelesaikan semua perkejaan rumahku,saatnya prepare persiapan untuk reunian pikirku,selesai mandi dan berdandan secukupnya aku segera memesan ojek daring,karena aku memang tidak bisa mengendarai motor sendiri walaupun ada motor ayah yang terparkir dirumah dan akupun lebih senang pergi kemana-mana menggunakan ojek daring selain murah dan cepat juga bebas macet.

Jam 09.30 aku sudah bersiap diteras rumahku dan menunggu ojek pesananku datang,dan dalam waktu 15 menit aku sudah sampai di pusat perbelanjaan yang telah kami tentukan,dengan wajah penasaran karena penasaran dengan perasaan seperti apa wajah teman-temanku saat ini apakah banyak perubahan ataupun masih sama seperti dulu.Dan ada sesuatu hal juga yang membuatku merasa penasaran yaitu Andi,ya..andi adalah mantanku saat sekolah dahulu hampir 5 tahun kami jalan bersama karena pada saat kuliah pun aku masih berhubungan dengannya,Dan akhirnya perpisahan kami pun terjadi berawal dari dipindah tugaskannya dia ke daerah sumatra dari kantor pusatnya di jakarta,sampai pada satu tahun setelahnya kami benar-benar putus berkomunikasi entah apa alasannya dia meminta putus dariku dengan alasan tak nyaman dengan hubungan jarak jauh,dan sebenarnya aku menangkap motif lain yang menjadi penyebabnya,WIL ya…wanita idaman lain yang telah merenggutnya dariku,pada saat itu hancur hatiku dan perlahan lahan aku bisa move on darinya dan melanjutkan hidupku.

Dari percakapan di grup akhirnya aku mengetahui bahwa dirinya telah menikah dan kembali ke jakarta bersama anak dan istrinya,sebenarnya pada saat mengetahui hal tersebut hatiku biasa-biasa saja akan tetapi justru disaat pertemuan kami kembali perasaan dag-dig-dug itu tiba-tiba datang.Tiba-tiba ada suara yang sudah lama tidak kukenal memanggilku,”Ariniiiiiiii” oh my god dengan suara yang lantang dini berlari memelukku,kami saling memeluk dan melepaskan rasa kangen kami di tengah pusat perbelanjan yang cukup ramai pada hari itu.

Chapter 3

Aku dibawanya menuju kesebuah restoran jepang yang berada didalam pusat perbelanjaan itu,betapa senangnya hatiku saat itu,ketika aku melihat beberapa wajah yang sudah lama tak pernah kulihat sedang berkumpul didalam restoran tersebut,Sambil berfikir dan berusaha mengingat-ingat siapakah nama dibalik sosok yang tak asing lagi bagiku,satu persatu aku salami mereka semua,dan ternyata cukup banyak yang datang pada hari itu,hampir sekita 20 orang yang berada disitu,cukup lama aku menyalami mereka satu persatu sampai pandanganku terbentur pada satu sosok yang sangat aku kenal.

Yaa….Andi orang terakhir yang aku salami,dengan hati yang masih bergetar aku berusaha untuk sealami mungkin menyalaminya,aku berusaha untuk tetap tenang,kami semua berbincang bincang dan saling bernostalgia hari itu,akan tetapi sudut mataku masih mencuri-curi pandangan pada sosok di meja paling ujung yang membuat hatiku bergetar,betapa tidak,sosoknya yang sekarang memang masih tetap terlihat seperti dahulu tampan dan mempunyai pandangan mata yang tajam ,serta pembawaannya yang tenang masih melekat pada dirinya,ditambah lagi sosoknya kini jauh terlihat lebih dewasa dan matang.

Aku berusaha mengalihkan pikiranku darinya dengan berusaha aktif menanyakan kabar beberapa orang yang duduk didekatku,begitulah hari itu kami menjalani hari dengan gelak tawa dan nostalgia yang membawaku kembali kemasa masa lalu dimana kami saling tertawa dan bermain bersama.Jam telah menunjukan pukul 16.30,karena hari itu kami semua menghabiskan waktu di mall tersebut,Makan bersama,karokean bersama dan diakhiri dengan menonton film bioskop bersama,tak terasa waktu berjalan begitu cepat,dan pada akhirnya kami memutuskan untuk menyelesaikan pertemuan ini dengan hasil mufakat bahwa kami akan mengadakan reuni yang lebih besar dengan menyewa Villa di daerah puncak bogor untuk menyambung tali silahturahmi kami dan kali ini kami akan membawa serta keluarga bagi yang sudah berkeluarga dalam dua bulan kedepan.

Antara Aku Kau Dan Istrimu

Satu persatu teman-teman lamaku pamit dan sampai akhirnya tinggal aku dan dini berdua akupun memeluknya dan berpisah didalam pusat perbelanjaan itu,bergegas aku membuka handphoneku memesan ojek daring untuk pulang kerumah,tiba tiba dari arah belakang seseorang memanggilku “Rini…” jantungku berdegup keras karena aku mengenali sekali suaranya.

Chapter 4

Saat aku memalingkan wajahku aku menemukan sosoknya masih berada disini,sedang apa dia disini bukankah tadi ia sudah pamit terlebih dahulu pikirku,”Apa kabar” ucapnya….Aneh pikirku kenapa baru menanyakan kabar sekarang padahal tadi baru saja kami saling bertemu dan saling berbagi gelak tawa dengan yang lain akan tetapi saat itu dia seperti tak mengacuhkanku.dan sebenarnya akupun merasa lebih nyaman pada saat dia tidak berusaha mengajak berbicara pada saat kami berkumpul tadi.

Dengan pandangan matanya yang masih sama dengan yang dulu,ia mendekatiku,dan boleh kita mengobrol sebentar saja sudah sangat lama aku tidak bertemu denganmu,ucapnya.Aku berusaha mencari alasan dengan mengatakan bahwa aku telah memesan ojek untuk pulang kerumah,akan tetapi dia berusaha keras untuk berbicara denganku saat ini juga,dengan agak bimbang akhirnya kuputuskan untuk membatalkan pesanan ojek onlineku.

Dan pada akhirnya kami berdua duduk di sebuah meja makan restoran fast food,otakku berfikir keras mau apa dia mengajakku bicara empat mata seperti ini,karena aku sudah membuang jauh-jauh perasaanku padanya walaupun sangat sulit dan mungkin meninggalkan benih-benih yang saat ini berusaha tumbuh kembali.”Tidak…” pikirku aku tidak akan membiarkan benih yang terkubur itu tumbuh kembali.Dimulai dari percakapan basa basi yang saling menanyakan kabar kami mulai berbicara dan dari percakapan kami,aku tahu bahwa dia kini menetap di jakarta di daerah bendungan hilir bersama istri dan kedua anaknya.

Aku berusaha sebisa mungkin untuk tidak banyak menceritakan perihal hidupku padanya karena kurasa posisiku saat ini tidak menguntungkan karena aku sendiri sampai saat ini belum menikah dan hidupku masih sama seperti dahulu masih tinggal bersama orang tua dan hidup yang biasa saja,Sampai pada akhirnya suasana percakapan kami menjadi serius dimana dia mengatakan sebuah ┬ákalimat permintaan maaf yang seharusnya dari dahulu kuterima darinya.dengan setenang mungkin aku mengatakan bahwa tak ada yang perlu dimaafkan itu adalah bagian dari masa lalu yang menurutku sudah tak perlu lagi dibicarakan,dan pada akhirnya dialah yang banyak bercerita tentang perjalanan hidup dan keluarganya,sebenarnya aku tidak terlalu perduli dengan cerita yang diungkapkannya akan tetapi entahlah….! bagaimana dia bercerita bahwa saat ini kehidupan rumah tangganya di ambang kehancuran dan banyak masalah yang menghinggapi kehidupan mereka,menimbulkan rasa empati didalam hatiku.

Sambil duduk dibelakang tukang ojek yang mengantarku pulang otakku berusaha mengingat lagi kejadian-kejadian tadi,bagaimana tatapan matanya saat mengantarku menaiki ojek yang kupesan padahal dia berharap aku mau diantarnya akan tetapi aku menolak dengan berbagai alasan yang ku karang-karang sendiri.Ya….. tatapan matanya yang membuatku kembali mengenang kisah kisah indahku bersamanya,Tatapan mata yang sama seperti saat dahulu kami bersama.Justru tatapan mata itulah bagian dari memori yang paling sulit ku lupakan.Dan kini tatapan mata itu hadir kembali,membuat diriku menjadi gelisah,ada harapan darinya agar aku mau menemuinya kembali lusa ini,akan tetapi aku justru tidak ingin bertemu kembali dengannya.Karena aku sendiri khawatir dan takut apabila aku kembali membiarkan benih itu tumbuh kembali,bagaimana pun saat ini aku sudah memililki rian yang dengan sangat tulus mencintaiku,dan dia sudah memiliki keluarga sendiri,sudahlah…..! pikirku saat itu,aku tidak ingin bertemu dengannya berdua saja.

Chapter 5

Hari itu minggu pagi aku masih berkutat dengan pekerjaan rumahku yang menumpuk karena memang hanya pada hari itulah aku menumpuk semua perkerjaan rumahku,selesai mencuci baju aku bersiap mengepel lantai,ember di tangan kananku dan alat pel di tangan kiriku,aku bergegas menuju teras karena aku memang biasa memulai mengepel lantai dari teras rumah sampai ke dalam,baru saja aku mencelupkan pelan ku kedalam ember,tiba-tiba ada sebuah mobil berwarna putih berhenti didepan rumahku,mobil dengan merk ternama yang kuyakin harganya cukup mahal ini berhenti tepat didepan rumahku,dan sesosok tubuh yang turun dari mobil tersebut membuat jantungku berdegup keras,mau apa dia kesini pikirku,memang dari pertemuan kami yang terakhir dia beberapa kali mengirimkan chat Wa kepadaku menanyakan kapan dia bisa bertemu denganku lagi.akan tetapi aku selalu menolaknya dengan alasan bahwa aku sibuk bekerja dari pagi sampai sore dan sisa waktunya kugunakan untuk beristirahat.

Assalamualaikum….. ucapnya didepan pintu pagar rumahku,aku segera mendatanginya dan membuka kunci pintu pintu pagarku,karena dari pagi memang pintu pagarku terkunci karena ayah dan ibu sedang pergi kerumah sakit untuk memeriksa kesehatan ibu yang akhir-akhir ini sering sakit,jadi sengaja kubiarkan pintu pagar terkunci karena aku lebih banyak dibelakang mengerjakan pekerjaan rumahku.Dengan perasaan serba salah aku mempersilahanya masuk dan akhirnya kutunda dahulu pekerjaan mengepel lantaiku.selesai kusiapkan minum,aku langsung bertanya ada apakah sehingga pagi-pagi seperti ini dia datang kesini dari jawaban yang aku terima dia ingin berbicara banyak denganku dan ingin mengajakku pergi kesebuah tempat agar dia leluasa curhat katanya,karena alasannya dia butuh seseorang untuk mengeluarkan curahan hatinya yang saat ini sedang menghadapi permasalahan rumah tangga.

Deenngg…Hatiku bergetar untuk apa dia memilihku sebagai tempat untuk mengeluarkan curahan hatinya,tooh.. akupun belum pernah menikah jadi aku mungkin tidak bisa memberikan solusi untuknya,akan tetapi menurutnya saat ini hanya akulah orang yang bisa dipercaya untuk menumpahkan semua beban didalam hatinya,Aduuh…. Tuhan apalagi ini,belum cukupkah hari-hari kemarin dimana aku kembali memikirkannya dan bagaimana aku setengah mati untuk berusaha melupakan masa lalu yang kini perlahan-lahan merasuki pikiranku,atau bagaimana dengan janjiku dengan rian yang akan mengajakku melihat konser grup band kesukaanku malam nanti di jakarta,dengan berbagai alasan yang dia berikan akhirnya hatiku luluh,disamping itu akupun merasa ikut berempati dengan keadaannya,dari sekilas cerita yang aku dapatkan dari dirinya bahwa istrinya saat ini berselingkuh dengan mantan pacarnya.

Chapter 6

Entah kenapa aku merasa sangat dingin didalam mobil andi,entah karena Ac nya terlalu dingin atau karena perasaanku yang tak karuan saat ini,setelah meminta ijinnya untuk menurunkan Ac mobilnya,aku tanyakan padanya kemana kita akan pergi,dia berkata lihat saja nanti kamu pasti tahu tempat itu,dan benar saja sepanjang perjalanan aku mengenali beberapa tempat yang dahulu kami sering lewati saat jalan berdua,sebuah danau dipinggir kota yang sering kami kunjung dahulu merupakan tempat yang sering kuhindari dalam beberapa tahun ini,karena tempat itu selalu membawa kenangan lama yang ingin kuhapus.dan belum habis lamunanku ternyata kami sudah sampai di danau ini.Banyak sekali perubahan yang terjadi,dahulu danau ini masih sepi dan jarang sekali orang yang berdagang disini,sekarang danau ini telah berubah menjadi salah satu tempat wisata yang menurutku sangat fantastis,berbeda sekali dengan tempat yang kukenal dahulu,banyak berdiri rumah makan-rumah makan di sepanjang pinggir danau dan kulihat ada beberapa orang yang sedang menikmati indahnya danau dengan menggunakan perahu bebek-bebekan.

Kami berdua menuju sebuah rumah makan yang menyediakan makanan ikan segar dari danau tersebut,sebenarnya aku tidak mau makan karena memang pagi tadi aku sudah sarapan cukup banyak intuk mengisi tenaga saat akan mengerjakan pekerjaan rumah,akan tetapi ternyata dirinya memesan cukup banyak makanan untuk kami yang aku pikir tidak akan habis untuk kami berdua,Ahh …terserahlah toh yang bayar juga dia pikirku…

Disela-sela kami bersantap makanan yang dihidangkan dia banyak bercerita tentang situasinya saat ini,bagaimana hubungan nya dengan istrinya diambang kehancuran,bagaimana dia memergoki sms istrinya dengan pria lain,sehingga dia memutuskan bahwa rumah tangganya tidak bisa lagi dipertahankan,dan yang menjadi persoalan untuknya bagaimana dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil,dia tidak siap untuk berpisah dengan anak-anaknya,ada isak tangis kecil yang keluar dari mulutnya saat itu,Aku sendiri lebih sibuk dengan pikiranku dari pada memberinya solusi,pikiran bagaimana mungkin seorang istri bisa mengkhianati suaminya yang dari penilaianku sosok yang cukup sukses dengan karirnya wajah yang menawan anak-anak yang lucu dan sehat,seharusnya hal tersebut merupakan anugrah yang sangat besar yang diberikan Tuhan kepada seorang istri.

Entahlah saat ini aku masih bingung bagaimana bersikap dan merespon semua permasalahan yang diutarakannya,karena aku sendiri tidak tahu harus memberi solusi apa untuk permasalaahnnya,aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik dari pada memberikan solusi untuknya.

Pertemuan itu membuat rasa empatiku kepadanya semakin besar,akan tetapi rasa empati itu dibarengi dengan sebuah rasa yang muncul perlahan-lahan yang dahulu sudah kubuang jauh-jauh,mungkinkah aku mencintainya lagi ? Tidak…. segera aku buang jauh-jauh perasaan itu aku sudah punya rian dan aku tidak mungkin mengkhianati perasaannya,walaupun aku merasa bahwa hubunganku dengannya terasa hambar,karena rian adalah sosok yang sangat serius sangat berbeda denganku yang spontan dan suka petualangan,inipun jika aku tidak merengek-rengek padanya dia tidak akan mau pergi denganku kepertunjukan musik,menurutnya di suasana konser terlalu bising dan dia tidak menikmati suasana tersebut,Whattt…pikirku pada saat itu manusia dari planet mana yang tidak suka musik dan masih banyak lagi perbedaan-perbedaanku dengannya,makanya sampai saat ini kami belum menikah karena justru aku yang mengulur-ulurnya karena aku sendiri belum benar-benar yakin apakah memang rian bisa menyesuaikan diri denganku saat menikah nanti.

Chapter 7

Pagi itu aku bangun dengan masih terkantuk kantuk karena memang semalam aku pulang agak larut malam menyaksikan konser band kesukaanku akan tetapi aku masih harus bekerja karena justru hari ini adalah hari yang penting karena kantorku kedatangan tim audit yang akan memeriksa semua transaksi keuangan dan aku sebagai sebagai salah satu bagian keuangan yang ada,harus mendampingi para auditor dan menyiapkan semua dokumen yang dipinta oleh tim audit.Memang bagian yang paling tak kusenangi didalam bidang ini adalah saat para auditor-auditor ini datang,mereka seperti harimau yang siap menerkam mangsanya,

Sore itu selepas pulang kerja aku bejalan keluar kantor dengan pikiran mumet dan lumayan stres bagaimana tidak,para auditor tadi banyak menanyai dokumen dokumen lama yang sulit dicari,Ahh…. sudahlah toh hari ini telah selesai dan sebaiknya aku refreshing dulu ke pusat perbelanjaan sekalian membeli baju sudah lama sekali aku tidak menambah perbendahaaran bajuku.

Baru saja beranjak dari kantorku sekilas aku melihat mobil putih yang kukenal dan disampingnya berdiri andi sambil tersenyum manis,Ahh ternyata masih ada senyuman yang membuat diriku dahulu tergila-gila padanya,kenapa dia bisa ada disini,dari mana dia tahu tempatku bekerja,ketika dia menghampiriku kutanyakan darimana dia tahu temaptku bekerja padahal aku sendiri belum pernah membei tahunya alamat kantorku,ternyata dia tahu alamat kantorku dari dini aku memang pernah menceritakan pada dini dimana aku bekerja.

Bersambung……part 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *