Surat Untuk Para Pejabat Tinggi Negara

Surat Untuk Para Pejabat Tinggi Negara

Surat Untuk Para Pejabat Tinggi Negara

Surat Untuk Para Pejabat Tinggi Negara

Wahai utusan kami……

Yang berlindung dibalik ruang ber AC dingin

Yang melintas menggunakan mobil mewah

Apalagi yang kau cari

Masih kurangkah uang yang kau terima dari negara

Apakah hidupmu sangat susah sehingga engkau melanggar sumpah yang kau ucapkan dahulu saat pengangkatanmu

Sudah sebegitu hebatkah dirimu sehingga tidak takut lagi akan Tuhan

Engkau yang duduk nikmat tak terkira bahkan kami sangsi engkau memikirkan kami

Padahal engkau adalah wakil kami di gedung-gedung mewah yang katanya akan mewakili kepentingan dan aspirasi kami disini

Ya kami disini yang menunggu bagaimana kalian berpikir dan mencari solusi agar kami bisa hidup merdeka

Agar kami bisa hidup sejahtera seperti yang kalian rasakan

Betapa kalian sangat memalukan kami sebagai warga negara indonesia

Tak terhitung berita berita di televisi ataupun koran yang menampilkan wajah dan senyum senyum kalian

Senyum kalian dengan berjaket orange seolah-olah tak ada sedikitpun rasa malu dan bersalah

Dengan bangganya kalian melanggar amanah kami dan Tuhan kita

Wahai anggota dewan yang terhormat….

Masih perlukah kami menganggap kalian wakil kami

Masih pantaskah kalian menjadi harapan kami

Jika yang ada dalam otak kalian hanya kepentingan pribadi

Tidak adakah rasa syukur di hati kalian

kalian tidak perlu berpanas-panasan hanya untuk mencari segunung nasi untuk mu dan keluargamu

Kalian tidak perlu berhujan-hujanan hanya untuk mencari biaya bayaran sekolah anak-anakmu

Betapa banyak nikmat yang Allah berikan untuk dirimu

Belum cukupkah nikmat itu bagimu

Sehingga dengan bangganya kalian bisa mengambil hak-hak bukan milik kalian

Bukan cuma satu,dua tetapi ratusan orang sepertimu yang berada di dalam gedung yang mewah

Yang dalam otaknya hanya ada keperluan untuk mencari kepentingan pribadi bukan kepantingan kami

Bahkan kepentingan pribadi yang merugikan kami pun kau amini

Tidak perduli bagaimana nasib kami yang penting bagi kalian adalah diri kalian sendiri

Jika kalian tidak malu atau mungkin tidak punya rasa malu

Sungguh kami yang malu mempunyai wakil seperti kalian

Kami memang bukan manusia yang punya banyak gelar seperti kalian

Kami hanya rakyat biasa yang tidak punya kesempatan seperti kalian

Meskipun bagi kalian derajat kami lebih rendah dari kalian

Tetapi kamilah yang mengantar kalian keposisi ini

Kami yang termakan rayuan dan janji janji serta harapan yang kalian berikan

Rayuan gombal yang meyakinkan kami untuk memilih kalian

Janji palsu yang membuat kami menggantungkan harapan pada kalian

Harapan kosong agar kami bisa lebih baik dari sekarang yang kami tugaskan kepada kalian

Bolehkah kami ingatkan wahai utusan kami yang tidak terhormat….

Ingatlah akan hidup yang sementara

Ingatlah akan azab tuhan di hari akhir nanti

Ingatlah akan hari dimana kalian dimintai pertanggung jawaban atas semua detik-detik dalam hidupmu

Mungkin saat ini kalian lupa akan itu

Mungkin saat ini kalian bisa hidup tenang dan bahagia walaupun dalam jeruji besi

Mungkin kalian tidak akan di hukum mati seperti para koruptor di negeri sana

Mungkin kalian tidak akan malu kepada kami

Apalagi malu kepada Tuhan

Sungguh kami iba kepada kalian

Iba bagaimana anak dan istrimu menghadapi dunia

Iba melihat hati kalian telah mati dan hitam

Iba membayangkan bagaimana azab yang pedih nanti menanti kalian

Wahai utusan kami……

Bagi kami kalian adalah gunung es yang mencair

Bagaimana es yang mencair membuka seluruh aib-aib utusan kami yang lain

Yang masih bertahan dan masih duduk tenang dibalik meja

Yang masih mengais ais keuntungan pribadi dengan bermodalkan kekuasaannya

Apalagi yang kami harus harapkan dari kalian

Tidak ada

Kami hanya melanjutkan hidup dan berharap kalian tersadar dan bertobat

Karena hidup ini adalah kematian dan kematian adalah kehidupan yang abadi

 

Selasa 12 septerber 2018

Dari Rakyatmu…..

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *